Lomba, Proyek, dan Citcil
Kabar baiiiik… Alhamdulillah, 11 Juni lalu aku mempersembahkan runner up duta bahasa Jateng. Konon, selisih skornya tipis. Ya, memang sudah ‘dijatah’ dapat nomor dua… So what?
Yuppy, meski gagal maju ke tingkat nasional, tapi, ajang duta bahasa kemarin benar-benar asyik! Di karantina dua hati di Bandungan bareng teman-teman dari seluruh penjuru Jawa Tengah yang rata-rata jebolan Duta Wisata bikin aku ‘tenggelam’. Tinggi badanku relatif ‘pendek’! haha..
Meski tinggi badan tenggelam, hasilnya nggak tenggelam-tenggelam amat kok.. Alhamdulillah, presentasi tiga bahasa dari makalahku yang berjudul ‘Fenomena Tindak Tutur Cinta Laura; Cermin Ketidakpercayaan Diri Berbahasa Indonesia’ mampu menyenangkan juri. Buktinya, waktu presentasiku terhitung paling lama. Apesnya, untuk pertanyaan budaya, aku ngeper! Salah tokoh, bo!
Ohya, ada kabar baru. Kolomku di halaman remaja Suara Merdeka pindah rumah. Kalau dulu gabung di halaman remaja bertajuk ‘Inspirasi’, sekarang nyaman bersandar di halaman Inspirasi, nama kolomnya ‘thing’. Masih bisa dinikmati setiap minggu di harian perekat Jawa Tengah Suara Merdeka.
Pfuih… Akhir-akhir ini pikiran dan tenaga sedang terfokus pada UAS. Kondisi badan jadi kurang fit karena pengaturan waktu yang payah! Tugas banyak yang belum kelar, banyak kerjaan pula! Bukankah rejeki pantang ditolak? hehe.. Jadi, walaupun pusing ujian, proyek jalan terus.. Akibatnya, jadwal makan jadi kacau balau, istirahat berkurang, tiap malam begadang.
Dua minggu belakangan, aku menemukan ‘aliansi’. Akhirnya, aku menemukan ‘partner’ berkreasi yang klik! Bersama empat kawan sejurusan, kami akan segera menggarap novel marathon. Bukan tentang cinta… Ya, tunggu saja tanggal mainnya.
Empat kawan dengan karater yang berbada-beda bersatu untuk mewujudkan ‘cita-cita’ bersama. Kombinasi jurnalis, penyair, politisi, dai, dan ‘EGP’ oriented. Semoga diferensiasi ini makin memperkaya (calon) novel kami kelak. Amin…
Oiya, ada kabar buruk juga…. hiks… kucingku tercinta, Si Citcil, tempo hari ditemukan terkapar di depan pintu dalam keadaan mengenaskan. Nafasnya tersengal-sengal, wajahnya pucat, tubuhnya lumpuh… Korban tabrak lari, mungkin. Tapi, alhamdulillah, semalam aku dapat kabar dari mami, Citcil sudah bisa berdiri lagi, walaupun masih lemes.. kasiaaaaan… hiks… Padahal biasanya dia lincah banget…
Citcil juga jadi males maem. Tiap hari cuma dikasih susu Dancow atau ‘pindang blender’ lewat suntikan printer yang dimodifikasi jadi dot multiguna.
Citcil, cepat sembuh ya… Kakak doain, kakinya bisa buat lari-lari lagi…